Cara Menjadi Penulis Wisata (Travel Writer) bagi Pemula

Suka menulis dan ingin menjadi penulis wisata atau bahasa kerennya travel writer?

Sepertinya kegiatan menulis artikel saat ini begitu digandrungi banyak orang, sehingga dalam kegiatan keseharian-pun sering kali diabadikan dengan cara ditulis dan dipaparkan lebih detail hingga menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca.

Ada satu hal menarik untuk disimak, ketika kamu mempunyai bakat atau hobi menulis, bukan tidak mungkin satu saat bisa menjadi sesuatu hal yang bermanfaat bahkan bisa mendapatkan penghasilan dari hobi tersebut.

Begini,

Banyak orang yang mempunyai hobi melakukan kegiatan perjalanan wisata ke beberapa tempat yang dianggap menarik untuk dikunjungi.

Setelahnya, mereka seringkali mengabadikan momen-momen indahnya melalui photo atau bahkan video.

Lalu, pernahkah berpikir jika kamu juga mempunyai hobi yang sama seperti mereka dan mencoba mengabadikan perjalanan kamu dengan cara yang berbeda?

Jika mereka hanya dengan photo dan video saja dalam mengabadikannya, maka kamu bisa dengan cara yang lebih dari mereka. Kamu bisa menuliskan perjalanan wisata hingga menjadi lebih detail lagi dan pastinya akan jauh lebih menarik.

Satu hal yang harus diketahui, profesi sebagai penulis wisata saat ini semakin digandrungi dan diminati.

Karena ini alasannya,

Banyak orang tergoda menuliskan perjalanan wisatanya untuk kemudian ditayangkan pada majalah, surat kabar atau website dan mereka bisa mendapatkan uang.

Berwisata, menulis lalu kemudian dibayar.
Ahahaa.. pasti banyak yang tertarik dengan hal itu. Mungkin kamu juga kan?

Tapi sepertinya untuk membuat sebuah tulisan yang baik dengan susunan kalimat yang enak dibaca tidaklah mudah dilakukan. Kamu dituntut untuk belajar dan memahami bagaimana cara menulis artikel yang baik.

Dan itu penting sekali.

Jika berminat, saya akan membantu kamu bagaimana cara menjadi travel writer yang baik.

Ada beberapa tips yang harus dipahami agar bisa menciptakan sebuah karya tulis yang benar-benar baik dan bermanfaat untuk pembaca.

Banyak orang bilang, menulis perjalanan wisata itu mudah, karena kamu tinggal menuliskan cerita perjalanan apa adanya.

Itu memang benar. Namun, semua itu akan menjadi susah apabila cerita perjalanan yang ditulis tidak menarik untuk dibaca.

Itu yang sering kali terjadi, dan disanalah letak permasalahnnya.
Sudah capek-capek menulis, ternyata tulisannya tidak ada yang mau membaca, menayangkan apalagi membayarnya.

Haduuuh, pasti sedih..

Baiklah, saya akan memberikan tips bagaimana kamu bisa menjadi penulis wisata yang hebat.

Cara Menjadi Penulis Wisata atau Travel Writer

Ada 3 Langkah sederhana yang harus dilalui saat menjadi penulis wisata,

  1. Mengumpulkan data perjalanan wisata
  2. Menulis hasil perjalanan wisata
  3. Membagikan tulisan

Saya akan uraikan satu persatu.

Baca artikel lainnya : Cara Menjadi Penulis Tamu (Guest Post) dan Manfaatnya

1. Mengumpulkan data perjalanan wisata

Melakukan perjalanan wisata

Tentu saja, seorang travel writer adalah orang yang sering jalan-jalan atau berwisata. Itu idealnya 😀

Maksudnya begini,

Coba dibayangkan jika seseorang yang tidak pernah melakukan perjalanan wisata, tour, tidak pernah rekreasi, tidak pernah tamasya, bertualang jalan-jalan keliling Indonesia, apalagi keliling dunia ..

Tiba-tiba mau menulis tentang wisata, apanya yang mau ditulis?

Jelas gak masuk akal ya,,

Ibarat orang buta yang kehilangan tongkatnya. Dia susah untuk melakukan apapun tanpa tongkat itu. Kalaupun tetap dipaksakan, ya dengan menduga dan meraba-raba saja.

Kecuali memang ada yang menuntunnya.

Kembali ke pembahasan awal,

Sebagai poin pertama untuk bisa menjadi penulis wisata adalah ketika kamu sering mengikuti kegiatan wisata, artinya kamu sendiri yang mengalaminya. Sehingga nanti tulisannya akan terasa lebih nyata seperti adanya.

Jadi jika kamu sendiri yang mengalaminya maka kamu dapat menuliskan serta memaparkan semua kejadian dan hal apapun yang terjadi secara detail, sehingga tulisannya nanti menjadi lebih menarik.

Dan jika itu kamu lakukan, pembaca akan percaya dengan apa yang digambarkan dalam tulisan tersebut.

Ini serius.

Saya kasih contoh ya,

Saya pernah berwisata ke pantai Bira di Sulawesi Selatan, kira-kira kalau saya menulis akan seperti ini pemaparannya :

Pesona pantai Bira yang menakjubkan, syurga di Bumi Bulukumba

wisata pantai bira

Berjarak sekitar 200 kilometer dari kota Makassar, pesona bahari yang teramat indah adalah Pantai Bira yang terletak di kabupaten Bulukumba.

Bira menyimpan keindahan bak syurga dengan pantai bergaris panjang diselimuti pasir putih lembut bagai sutera.

Entah bagaimana caranya, Tuhan memberikan pesona yang begitu indah. Kilauan air laut dengan warna biru muda yang indah tanpa cela. Ada garis-garis berwarna-warni saat tertimpa sinar matahari pagi.

Saya melihatnya seperti dari sebuah cerita dongeng dalam buku-buku. Sangat indah.

Nyata sekali, saya melihat keindahan alam yang sangat luar biasa. Itulah Pesona Pantai Bira yang begitu menakjubkan.

Saya bisa menjelaskan sampai detail, karena saya merasakan dan melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri.

Menggali Informasi

Informasi merupakan hal penting yang tidak boleh terlewatkan untuk menjadi penulis wisata. Gali informasi sekecil apapun tentang perjalanan wisata kamu.

Pembaca tentu saja mengharapkan sebuah tulisan yang informatif dan objektif.

Seorang travel writer akan semakin dikenal jika isi tulisannya dapat dipercaya dan memberikan banyak manfaat untuk pembacanya.

Pembaca juga menginginkan satu tulisan yang memberikan informasi unik dan belum pernah ada sebelumnya. Informasi seperti itulah yang pada akhirnya menjadi mahal dan sangat dinanti-nantikan.

Tapi ngat, informasi yang kamu berikan harus fakta tanpa embel-embel kebohongan. Karena hal itu akan sangat mempengaruhi isi tulisan nanti sehingga pembaca tidak merasa dibodohi.

Galilah dan cari informasi yang benar-benar akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Lalu informasi seperti apakah yang dianggap bermanfaat?

Contoh kecil misalnya informasi tentang letak tempat wisata, jarak, hotel atau penginapan bahkan mungkin restoran dengan sajiannya yang unik di sekitar tempat wisata tersebut.

Buat catatan perjalanan

Dokumentasi menjadi sangat penting jika kamu ingin menjadi penulis wisata.

Banyak hal yang harus dicatat dalam setiap langkah perjalanan wisata yang kamu lakukan. Itu merupakan bekal untuk tulisan nanti.

Kamera, alat perekam atau catatan kecil berupa buku merupakan media yang wajib dibawa serta dalam perjalanan wisata kamu.

Tapi satu hal,

Ada beberapa narasumber kadang takut dengan alat perekam, terlebih mereka yang berada di daerah terpencil dan tidak mengerti dengan alat-alat seperti itu. Akibatnya mereka jadi tidak terbuka dalam memberikan informasi bahkan terkesan takut dan tidak mempercayai kita.

Solusinya, bawalah selalu buku harian.

Catat semua detail kejadian yang kamu lihat dan rasakan. Hal yang mendetail akan begitu penting dalam menulis perjalanan wisata.

2. Menulis hasil perjalanan wisata

Mulailah untuk menulis hasil perjalanan wisata kamu setidaknya melalui website atau blog pribadi.

Blog menjadi media yang paling digemari dalam berbagi kisah perjalanan. Tampilkan cerita perjalanan secara runut. Tulis hal-hal unik dan menarik yang terjadi selama perjalanan wisata kamu.

Untuk mempermudah dan memperindah tulisan kamu, beberapa hal di bawah ini bisa menjadi acuan.

Kamu bisa memulainya sekarang.

Panduan menulis perjalanan wisata yang disusun secara baik dan benar

Membaca buku wisata karya orang lain

Sebelum memulai menulis, ada baiknya kamu membaca beberapa karya penulis lain tentang perjalanan wisata mereka.

Hal tersebut akan meenjadi motivasi dan memberikan gambaran mengenai banyak hal yang mungkin belum pernah diketahui sebelumnya.

Semakin banyak buku yang dibaca maka semakin memperkaya sudut pandang kamu.

Coba tengok karya-karya dari salah satu penulis wisata terkenal di bawah ini yang bisa kamu jadikan contoh untuk bahan tulisan nanti.

Seorang Trinity  (lahir di Sukabumi, 11 Januari 1973).\

Adalah seorang wisatawan dan penulis yang sudah menulis 8 buku berwisata terlaris di Indonesia, termasuk serial The Naked Traveler yang sudah mencapai seri keempat dan versi bahasa Inggrisnya.

Terakhir, ia telah melakukan tekadnya RTW (round the world) trip atau jalan-jalan keliling dunia selama 1 tahun (Oktober 2012-2013)

Membuat Kerangka Tulisan

Membuat kerangka dalam memulai sebuah tulisan akan sangat membantu sehingga tulisan tersebut dapat mengalir dan menarik saat dibaca.

Contoh kerangka tulisan bisa dibuat seperti ini,

  • Judul

Judul pada sebuah tulisan atau artikel apapun selalu akan memberikan kesan pertama untuk pembaca.

Buatlah judul yang menarik dan memberikan daya pikat bagi setiap pembacanya. Sesuaikan judul dengan tema tulisan dan wisata tujuan kamu.

  • Prolog

(Prolog adalah bagian dari sebuah naskah yang ditulis pada awal cerita. Atau bisa juga dibilang kalimat pembuka.)

Jadi tugas kamu adalah membuat kalimat pembuka yang ringan dan enak dibaca namun tetap berkaitan dengan perjalanan wisata kamu tentunya.

  • Deskripsi

Inilah bagian terpenting dari langkah menjadi penulis wisata, yaitu menuliskan dan memaparkan (deskripsi) perjalanan wisata kamu secara detail.

Ini merupakan isi dari tulisan perjalanan wisata sekaligus kunci dari nilai serta kulaitas tulisan kamu. Jadi hati-hati saat menuliskannya.

  • Kalimat Penutup

Di akhir tulisan, ada baiknya kamu memberikan saran-saran dan masukan agar pembaca yang berminat mengunjungi atau mengikuti jejak wisata kamu dapat terbantu dengan adanya tulisan yang dibuat itu.

Mulai menulis

Dengan adanya kerangka tulisan di atas, sebuah artikel traveling atau perjalanan wisata akan memiliki kualitas dan penjabaran yang lebih baik dan mudah.

Pada dasarnya menulis tentang perjalanan wisata diawali dengan memaparkan tentang perjalanan awal, lalu tentang hal apa saja yang bisa dilakukan dan dinikmati di tempat wisata tersebut, mengulas asal-usul tempat wisata jika ada, keberadaan hotel atau restoran, akses atau rute menuju tempat wisata termasuk harga tiket, biaya wahana dan segala sesuatu yang sekiranya menjadi manfaat untuk pembaca.

Jelaskan dengan baik dan detail.

Uraikan hal sekecil apapun yang dapat bermanfaat dan menjadi bahan pengetahuan pembaca nantinya. Karena itu akan menjadi sangat penting.

Termasuk gaya bahasa harus manjadi perhatian,

Ada beberapa gaya penulisan yang dapat dipilih agar memberikan kesan baik bagi pembaca, lalu kembangkan sesuai gaya dan karakter kamu sendiri.

  • Gaya Persuasif

Gaya ini seringkali menggunakan kalimat-kalimatnya yang dapat membuat pembaca kerap berkontemplasi.

(Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Kontemplasi juga memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna.)

Biasanya, kalimat seperti ini diramu dengan metafora yang kuat, serta sangat persuasif dalam membawa kenangan-kenangan kamu di masa lalu.

  • Gaya Humor

Gaya ini biasa disajikan dengan bahasa semi-formal atau bahasa sehari-hari, sehingga tulisan terkesan renyah dan ringan.

Penulis dengan gaya ini biasanya tidak segan untuk menertawai diri sendiri atas kesulitan atau tindakan bodoh yang mereka alami saat traveling.

  • Gaya menggunakan sudut pandang orang lain

Gaya seperti ini biasanya menggunakan kalimat-kalimat atau kata tentang detail perjalanan wisata yang menyerupai kata-kata pada sebuah novel.

Anda boleh memilih gaya yang manapun sesuai yang diinginkan dengan catatan bahwa kamu telah mengetahui siapa target pembaca tulisan kamu nanti. Lalu sesuaikan dengan gaya tulisannya.

Sebenarnya teknik penulisan jelas sangat individual. Tentu saja gaya penulisan antara satu orang dengan yang lainnya bisa jadi berbeda.

Karena itu, bebaskan diri kamu dari bayang-bayang penulis lain saat kamu mulai menulis.

Contoh gaya tulisan orang lain buatlah hanya sebagai referensi. Tidak perlu meniru persis, namun pengetahuan mengenai cara berbahasa dan cara menulisnya bisa menjadi masukan bagi kamu.

O iya, satu hal lagi.

Untuk melatih ketrampilan menulis kamu, sebaiknya sering mengirimkan tulisan ke Group Traveler seperti lomba penulisan wisata seperti Kompasiana, Detik Travel, banyak majalah dan surat kabar.

Perhatikan cara penulisan, hindari kesalahan pengetikan (typo), karena hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan pembaca.

Baca ulang tulisan

Sering kali tulisan yang dibuat tidak sepenuhnya langsung menjadi sempurna dan enak saat dibaca.

Karean itu, coba biasakan untuk membaca ulang tulisan kamu dengan teliti, lakukan beberapa kali hingga menemukan kalimat yang benar-benar enak ketika dibaca.

Koreksi dan revisi jika memang perlu dilakukan.

3. Membagikan tulisan

Dengan kamu membagikan hasil tulisan, maka sejatinya kamu akan menjadi lebih mudah kedepannya dalam membuat tulisan. Itu semua karena mungkin adanya saran, kritik serta masukkan dari para pembaca.

Hal kecil yang bisa kamu lakukan sebelum mempublish hasil tulisannya, baiknya coba tunjukkan hasil tulisan kamu kepada teman, keluarga, atau rekan kerja di kantor.

Minta mereka untuk memberi masukan buat kamu.

Setelah dirasa yakin, coba kamu publish tulisannya di media sosial, blog ataupun website, sehingga banyak pengunjung yang bisa membacanya.

Terima apapun komentar mereka. Anggap semua komentar buruk tentang tulisan kamu sebagai cambuk untuk bisa lebih memperbaiki tulisan di waktu mendatang.

Atau,

Mungkin kamu coba untuk ikutan lomba menulis tentang perjalanan wisata yang sering diadakan di beberapa majalah atau surat kabar.

Kabar baiknya, jika tulisan kamu diterima biasanya kamu akan diberikan imbalan yang cukup lumayan.

Bahkan bisa saja pada akhirnya kamu diajak untuk ikut dalam acara traveler yang mereka adakan dan sebagai tantanggannya, kamu diminta menuliskan tentang semuanya yang dialami.

Asiiik kan?

Jalan-jalan, lalu menulis dan akhirnya mendapatkan uang.

Nah itulah yang dapat saya uraikan tentang bagaimana cara menjadi penulis wisata (travel writer) yang baik. Acuan-acuan pada tulisan saya di atas, semoga menjadi manfaat.

(Sumber gambar : www.google.co.id)

Leave a Comment